Jika orang china non muslim pimpin Indonesia


Saat ini indonesia sudah berulang tahun ke 63. Usia yang seharusnya sudah cukup untuk menjadikannya sebuah negara yang cukup maju, minimal makmur, dengan mempertimbangkan sumber daya alamnya yang luar biasa kaya. Di masa penjajahan Belanda, kita mendapati bahwa ORI (Oeang Republik Indonesia) yang diterbitka oleh Belanda memiliki nilai tukar yang sangat tinggi, hampir setara dengan dolar amerika. Sayangnya kemudian nilai tukarnya merosot perlahan namun pasti, dan digantikan oleh Rupiah yang juga semakin merosot pasca krisis 1997.

Berbagai peristiwa naas terjadi di negeri ini, dimulai dengan KKN terselubung dalam pemerintahan Soeharto, meledak pada Mei 1998 sebagai kerusuhan nasional, tradisi KKN yang sudah mengakar pada jajaran pemerintah, kemunculan ormas2 Islam ektrimis, lepasnya Timor-Timur, sampai pada bencana alam yang tidak sepele.

Dibandingkan dengan negara lain, sebut saja negara2 Asia, dengan memperhitungkan usia masing2 yang kira2 seumuran Indonesia, negara kita ini boleh dibilang payah. Suatu fakta yang sangat memalukan. Yang ekstrem, China, sekarang boleh dibilang sebagai negara adidaya di Asia. Dengan kemajuan ekonominya yang sangat mengesankan (10%), kehidupan bermasyarakat yang sangat disiplin (China sekarang sgt2 bersih dan memiliki peraturan yang ketat), dan penduduknya yang sangat padat namun giat bekerja, kemajuan China (dan khususnya kepemimpinan partai Komunis) sudah jauh jauh dan jauh meninggalkan Indonesia.

Singapore juga sama. Walau tidak seekstrem China, namun orang2 Indo yang mencoba kerja di sana mengaku tidak kuat. Tantangan dan motivasi kerja orang sana luar biasa berat, kata mereka. Dari segi intelek juga mereka pandai-pandai, dibuktikan dengan univ2 Singapore dan Hospitalnya yang sangat terkenal (NUH, Nanyang, dll), serta sistem pelabuhan dan hubungan dagang yang sangat terstruktur dan tertib.

Filipina tidak mau kalah. Walau di sana banyak perang, namun para dokter umum Indonesia yang pandai banyak melanjutkan kuliah spesialisasi di Filipina. Kedokteran mereka diakui Amerika, beda dg Indo yang harus melakukan ujian persamaan dulu sblm oknum dokternya diakui USA. Segi lain, pangan, beras menjadi andalan mereka. Indonesia yang agraris pun harus impor dari Filipina.

Dari Fakta2 tsb, saya mencoba menganalisis. Dan saya menemukan beberapa kesimpulan.

1. Kemajuan hanya ada jika etnis pandai diberi kesempatan untuk memajukan negara. Di Asia hanya orang China sbg etnis paling unggul, terpandai dan terulet. Bukankah China memimpin dunia saat ini?! Penduduk Jepang juga keturunan orang China (Mongoloid)! Bukankah 75% penduduk Singapore orang China?! Pemimpin ketiga negara tsb juga orang China. Dan di Filipina, walau tidak dominan, namun orang China diberi hak dan kebebasan yang adil.

2. Di mana banyak kelompok Islam ektremis, di sana ada tidak akan ada perkembangan ke arah positif. Penduduk China 20% muslim (propinsi XinJiang), namun dibawah prinsip dan pengawasan Komunisme yang kental kelompok ekstrem ini tidak bisa hidup, apalagi berkembang. Jepang dan Singapore bersih akan Islam, apalagi kelompok ekstrem. Filipina sedikit payah krn banyak kelompok ekstrm di Moro, namun tetap bisa maju krn mampu membatasi gerak mereka di Moro saja. Sebagai studi banding, diluar topik utama, perlu kita mengingat bahwa negara2 Arab tidak ada yang makmur! Kebanyakan diliput perang dan kemiskinan.

3. Budaya Malu. Orang China, dan orang barat punya malu. Menteri Jepang mengundurkan diri klo salah pimpin. China juga sama. Orang China Indonesia juga terkenal tertib dan tahu malu dibandingkan pribuminya yang suka bikin rusuh-rusuh. Bukankah para supir bus, angkot Jakarta yang sering ngetem sembarangan tanpa tahu malu itu suku bangsa Melayu? Dan para pribumi petinggi Indo menjual bangsanya demi uang!! Ya, korupsi dari orang2 satu suku bangsanya! Bagaimana Malaysia mengaku2 lagu rakyat Indo juga menunjukkan suku bangsa Melayu tidak tahu malu!

4. Budaya praktis. Ini bukan sesuatu yang jelek, sebenarnya, tetapi akan jadi sangat jelek jika penggunanya tidak pandai / bodoh dan serampangan. Orang Chn suka yg praktis2, tetapi otaknya pandai, jadilah produk2 China yang murahan namun kreatif, bahkan sampai mendunia. Orang Jepang kurang suka yg praktis2, mereka lbh mementingkan proses, maka mereka pun sangat maju. Namun celaka duabelas bagi pribumi Indonesia, mereka berotak bodoh tapi inginnya praktis! Susuki Shogun stlh diproduksi di dalam negri menrun kualitasnya….. DPR selalu mengutamakan keputusan jangka pendek (untuk duit pribadi), keputusan besar jangka panjang bangsa tidak diperhatikan (tempat Senayan City dulunya bukan untuk Mall, tapi taman hijau Jakarta)…… Buka lahan pekerjaan malah buka lahan parkir liar di pinggir jalan (bukti ketololan orang DinHub)…

5. Budaya bangga akan kebudayaan luhur nenek moyang. Orang China sgt bagga akan kebudayaan luhurnya, maka kungfu dan bahasanya mendunia. Seluruh dunia tahu budaya orang China, dan seluruh dunia tahu orang China sangat bangga akan budayanya. Filosofi China dikenal luas oleh dunia, dan orang2 banyak pergi ke China hanya untuk belajar Filosofi kuno China. Orang Jepang juga sama, malahan mereka menyebarkannya di negara2 bekas jajahan mereka dulu. Di Singapore tidak ada perang, karena orang China, walau sangat bangga akan budayanya, tidak memandang perbedaan budaya dengan barat sebagai permusuhan, tetapi untuk memperkaya wawasan. Walau berbeda, namun pernah tidak timbul perang antar budaya krn kedua bangsa pandai tsb (Chn-barat) bisa saling menghargai. Indonesia??? Orang Jawa sudah tidak ada yg mau jadi ahli budaya dan filsuf Jawa. Sama dg suku2 pribumi lain. Usut2 punya usut, ternyata bahkan karya2 terpenting budaya Jawa adanya di Belanda!!! Memalukan sekali!

6. Budaya foya-foya. Orang pribumi dapat duit ya buat beli barang. Klo perlu ditabung dulu buat beli barang mahal. Orang Chn dpt duit ya ditabung, sampai banyak baru buat usaha.

Nah, menurut hemat saya, Jika Indonesia dipimpin oleh orang2 China dan non-muslim, maka negara ini akan bisa maju. Tentu orang pribumi tidak disepelekan, karena diberi tempat juga sebagai simbol pemerintahan, sprt orang India yang menjadi raja Singapore, namun sistem dan pelaksanaan pemerintahan oleh orang China non-muslim. Sebagai minoritas, tentu prilaku akan bisa terkontrol dengan sendirinya karena sadar diri. Namun bakti pada bangsa akan lebih fokus karena ada keamanan dan persamaan hak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s