BlackBerry dan Indonesia


Laporan keuangan yang dipublikasi Research in Motion, produsen Blackberry, dari berita di internet menunjukkan perusahaan Kanada ini membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 37 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menggambarkan betapa solidnya perusahaan ini daripada pesaing lainnya di kelas telepon seluler cerdas.

Andai Research in Motion (RIM) hanya perusahaan perangkat lunak, mungkin laporannya akan berbanding terbalik, dan terbukti total pendapatannya hanya 14 persen dari jasa mencakup 32 juta pelanggan di seluruh dunia berlangganan layanan Blackberry Internet Service (BIS) dan Blackberry Enterprise Service (BES).

Dengan aliran pendapatan strategi ganda, yang dijalankan berupa keamanan teknologi dan kompresi data mengalirkan setiap e-mail, browsing, chatting, messenger, serta media sosial dalam perangkat proprietari, sepertinya hanya iPhone yang pantas menandingi RIM, dan penantang berikutnya adalah ponsel cerdas berbasis Android.

Ini pun belum bisa diyakini 100 persen karena model bisnis iPhone hanya fokus pada pengembangan perangkat dan isi toko online (content store), sedangkan Android hanya fokus pada platform sumber terbuka (open sources). Berbeda dengan RIM yang menguasai ujung ke ujung ekosistem layanan push e-mail dan data centric.

Dalam presentasi eksekutif RIM di Orlando tahun 2009, pertumbuhan pengguna layanan BIS cukup tinggi dibanding tahun lalu, tahun ini mencapai 49 persen pangsa pasar di seluruh dunia dengan 51 persen lainnya masih pada layanan BES.

Pertumbuhan layanan BIS tahun ini diyakini akan menjadi titik bersejarah bagi RIM yang lahir dari sebuah perusahaan pager dan memiliki pakem Corporate Centric, di mana tahun depan layanan BIS-nya akan dominan dibanding pengguna korporasi. Mau tidak mau semua elemen di perusahaan Kanada tersebut harus juga menyesuaikan dengan kenyataan bahwa dunia berubah.

Negara terkecuali

Indonesia diyakini memiliki peranan penting untuk menentukan arah bisnis RIM ke depan sejalan dengan semaraknya epidemi jejaring sosial seperti Yahoo Messanger, Facebook, Twitter, Google Maps. Dengan jumlah pengguna telekomunikasi sebesar 165 juta lebih dan dikuasai 96 persen lebih pengguna prabayar, maka Indonesia bisa dikatakan ”sebuah negara terkecuali bagi RIM”.

Di awali oleh Telkomsel yang meluncurkan Blackberry prabayar pertama di Asia pada April 2008, dengan basis pelanggan terbesar Telkomsel dengan mudah memancing di kolamnya sendiri untuk mendapatkan pelanggan puluhan ribu hanya dalam hitungan bulan. Tak mau ketinggalan pada Juli 2008 Indosat meluncurkan layanan prabayar mingguan dengan produk Blackberry on demand diyakini menjadi prasarana untuk tetap menjadi pemain terbesar Blackberry di Indonesia.

Bagi operator sendiri sepertinya menyadari sejak awal untuk mendapatkan pertumbuhan eksponensial harus melalui jalur prabayar mengedepankan kemudahan dan fleksibilitas biaya yang dikeluarkan pengguna.

Dan perlu diingat, adanya Blackberry yang masuk dalam kategori layanan nilai tambah dalam konteks ekosistem jasa GSM tersebut memberikan andil untuk penambahan pendapatan dari pelanggan yang dimilikinya. Dengan tendensi ARPU prabayar yang akan turun terus sejalan dengan jumlah pelanggan yang didapat dan tumbuhnya kesadaran untuk ”saya butuh internet”, maka layanan nilai tambah seperti Blackberry BIS bisa membantu untuk mencakup figur ARPU yang dimiliki.

Untuk kali ini, RIM sepertinya harus mengakui doktrin yang ada di Indonesia, ”Prepaid is the King”. Dan ini merupakan satu cara untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki pola model pemasaran terbaik yang semuanya bisa mungkin terjadi layaknya sebuah ”an exception country”.

Ke depan apakah RIM akan tetap mendapatkan pertumbuhan double digit dengan mengandalkan layanan BIS yang sebagian besar dikontribusi oleh pelanggan prabayar, layak untuk kita cermati.

 

Referensi : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/16/05173057/indonesia.dan.blackberry

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s